Mengenal Bos Matahari Hari Darmawan Yang Tewas Di Ciliwung

Mengenal Bos Matahari Hari Darmawan Yang Tewas Di Ciliwung

Mengenal Bos Matahari Hari Darmawan Yang Tewas Di Ciliwung, Jakarta – Yang memiliki Taman Wisata Matahari (TWM), Hari Darmawan, wafat dunia pada Sabtu (10/3). Sebelumnya wafat dunia, entrepreneur ini dilaporkan hilang.

Dari info yang didapatkan oleh Kapolres Bogor AKBP Andi Mochammad Dicky, pada Jumat (9/3), Hari Darmawan menyebutkan pada karyawannya menginginkan berkunjung ke vila yang ada di dekat sungai lokasi Taman Wisata Matahari, Puncak, Bogor.

Karyawannya mengantar Hari Darmawan kesana, lantas memohon izin ambil air minum. Saat kembali, sang karyawan tidak menemukannya sekali lagi. Pihak Taman Wisata Matahari lantas menghubungi Kepolisian Bogor untuk lakukan pencarian.

Dengan tim SAR, jenazah Hari Darmawan diketemukan oleh warga sekitaran pada jam 06. 30 WIB di sungai Ciliwung. Dengan terperanjat, mereka temukan jenazah Hari Darmawan yang telungkup serta tersangkut batu sejauh 100 mtr. dari tempat hilangnya korban.

Sesudah lulus dari Sekolah Menengah Atas, dia merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Dia berjumpa serta menikah dengan putri dari yang memiliki ‘Mickey Mouse’, satu toko serba ada memiliki ukuran kecil di Pasar Baru, yang ketika itu adalah satu distrik perbelanjaan populer di Jakarta.

Bapak mertua Hari Darmawan lalu jual toko serba ada itu padanya. Dibawah pengelolaannya, toko berkembang cepat.

Pada th. 1968, dia beli toko serba ada paling besar di Pasar Baru saat itu yang bernama ” Toko De Zon ” (dari bhs Belanda yang bermakna The Sun atau Matahari dalam bhs Indonesia).

Hari juga ganti namanya jadi ‘Matahari’ serta gerai pertama di buka pada tanggal 24 Oktober 1958 yang tempati gedung dua lantai seluas 150 mtr. persegi di Pasar Baru, Jakarta.

Pada th. 1980-an, ‘Matahari’ buka cabang-cabangnya di nyaris semuanya kota besar di Indonesia serta toko itu populer jadi toko jaringan ritel paling besar di Indonesia.

Entrepreneur itu juga sempat dipilih jadi Wakil Ketua Asosiasi Entrepreneur Ritel Indonesia (Aprindo). Semasa krisis moneter th. 1997, usaha Darmawan terserang efeknya serta memikul kerugian besar. Pada akhirnya, bisnisnya dibeli oleh Lippo Group.

Dia sendiri lalu membangun perusahaan baru bernama ” Pasar Swalayan Hari-Hari “.